Berbahaya Terlalu Sering Mengorek Telinga

246 views

 Susunan Telinga

Telinga berfungsi sebagai alat pendengaran dan keseimbangan. Agar kedua fungsi tersebut berjalan, telinga harus dijaga. Sayang, bayak orang yang kadang salah dalam hal menjaga kebersihan telinga. Misalnya, mengorek telinga.

bahaya-mengorek-telingaTelinga terdiri dari telinga luar, tenggah, dan dalam. Ketiga bagian ini bekerja sama menangkap gelombang suara dan menjadikannya bunyi yang nyata. Awalnya gelombang suara diterima telinga luar. Telinga luar sendiri terdiri dari daun telinga dan liang telinga.  Daun telinga menampung suara, yang kemudian disalurkan ke liang telinga. Dari liang telinga, suara kemudian masuk ke telinga tenggah melalui gendang telinga. Di belakang gendang telinga, terdapat tulang pedengaran yang bentuknya meyerupai rantai. Tulang-tulang ini saling berhubungan pada sendi dan fungsinya mengantarkan gelombang suara hingga mengetarkan gendang dan sampai ketelinga dalam.

Di teling dalam terdapat alat penerima yang disebut rumah siput. Di dalam rumah siput terdapat ujung-ujung saraf, cairan, dan organ yang mengambang. Gelombang yang diantarkan gendang dan tulang telinga akan mengetarkan cairan dalam rumah siput, sehinga membuat organ yang mengambang bergerak dan meyentuh ujung-ujung saraf pendengaran. Proses yang tadinya mengunakan tenaga mekanik kemudian diubah menjadi tenaga listrik, dan disampaikan ke otak sehinga kita mendengar suara.

Sementara sebagai alat keseimbangan, prosesnya lebih komplek. Prosesnya terjadi di telinga dalam. Telinga bekerja sama dengan organ lain seperti mata, sendi-sendi, otak dan lainnya. Jika ada dua organ yang tidak berfungsi, maka keseimbangan kita pun akan hilang.

Berbahaya Terlalu Sering Mengorek Telinga

Bentuk telinga dirancang untuk mengantisipasi masuknya kotoran. Liang telinga yang bersudut membuat kotoran, seperti debu atau serangga sulit menembus bagian yang paling dalam. Tugas menghalau kotoran juga dihalau oleh kelenjar rambut yang terdapat dibagian depan setelah liang telinga. Di sini juga diproduksi getah telinga yang bernama serumen. Kita lebih mengenalnya sebagai tai telinga. Tai telinga inilah yang menangkap kotoran dan dengan sendirinya membersihkan.

berbahaya terlalu sering mengorek telinga

Orang sering salah kaprah meyangka tai telinga sebagai kotoran. Padahal funsinya sangat penting untuk membersihkan kotoran yang masuk ke telinga. Salah satu yang sering dilakukan orang adalah mengorek telinga. Tak bayak yang tau mengorek telinga malah terdorongnya getah(tai telinga) kebagian yang dalam yang bukan tempatnya. Jika pengorekan dilakukan secara terus-menerus, getah yang terdorong akan menumpuk dan meyumbat, sehingga pendengaran pun menurun karena gelombang suara tak disampaikan dengan baik.

 Mengorek telinga juga bisa mengakibatkan pembenturan sebab telinga kita bentunya bersudut. Pembenturan ini akan mengakibatkan pembengkakan atau pendarahan. Pengorekan yang terlalu keras atau dalam juga dapat mengakibatkan trauma, ditambah dinding telinga kita mudah berdarah.

Masih ada lagi, mengorek telinga juga bisa bikin kolaps. Anda mungkin pernah mengalami batuk-batuk saat mengorek kuping. Nah, hal ini disebabkan adanya reflek saraf pagus yang terdapat didinding telinga. saraf pagus membentang ketengorokan, dada sampai perut. Batuk-batuk adalah efek yang ringan. Reflek yang berbahaya dan berat dapat mengakibatkan kolaps.

Muka Tak Simetris

Mengorek telinga juga bisa meyebabkan infeksi. Infeksi yang berat dan berada di tempat yang sensitif bisa meyebabkan kualitas pendengaran menurun, bahkan membuat muka jadi moncong(tidak simetris).

Salah satu saraf yang terdapat di telinga dalah saraf facialis. Saraf ini berda dibelakang liang telinga. Funsinya mngerakan otot muka dan sebagai bagian penujang pendengaran. Meski saraf ini dilindungi tulang, namun jika sudah infeksi atau ganguan lain sudah mengenainya, maka bisa mengakibatkan muka menjadi moncong, mata tak bisa ditutup, dan lainnya.

Infeksi akibat mengorek terlalu keras bisa berbentuk seperti bisul yang bernanah. Infeksi bisa terjadi diliang telinga, kelenjar rambut bahkan bisa sampai ke telinga tenggah dibelakang gendang. Selain karena mengorek, infeksi telinga tengah yang disebut congek bisa pula disebabkan oleh adanyanya infeksi di saluran nafas, yang berasal dari belakang hidung lalu merambat ke saluran tuba eskafius yang menghubungkan rongga di belakang hidung dengan telinga tengah. Jika produksi nanah semakin banyak, maka gendang bisa pecah atau bocor. Akibat selanjutnya maka pendengaran akan tergangu.

Di dalam telinga terdapat banyak sekali saraf. Itulah kenapa telinga sangat sensitif. Ketika kita sakit amandel, sakit gigi atau radang tengorokan, telinga juga terasa sakit, karena telinga kita dilalui saraf perasa. Saraf ini akan mengalihkan rasa sakit di dareah lain sampai ke telinga. Baca juga Bahaya Merokok Bagi Kesehatan Anda, sumber gambar dari Google Image, sumber artikel dari Facebook Ummu Naura.

Galeri untuk Berbahaya Terlalu Sering Mengorek Telinga

Gambar Gravatar
Wong ndeso yang berusaha untuk berbagi informasi yang menarik dan tentunya dapat memberi manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *