Budi Setiono Chef Executive Hotel Termewah di Dubai

386 views

Budi Setiono Chef Executive Hotel Termewah di Dubai

Budi Setiono, diaspora yang mampu meraih posisi sebagai Executive Chef di salah satu hotel termewah yang ada di Dubai. Lebih tepatnya Dia adalah Executive Pastry Chef di Waldorf Astoria Hotel dan Resorts, Dubai Palm Jumeirah.  Waldorf Astoria sendiri merupakan hotel yang berada pada strata tertinggi dalam grup Hilton. Di dunia ini cukup sulit bisa menjadi seorang executif chef di hotel berbintang kelas atas jika Anda bukan orang Prancis, Swiss, Belgia atau Jerman.

Asalnya dari desa Wanareja. Sebuah desa kecil yang termasuk dalam Kecamatan Karanganyar, Kebumen. Lulusan SMA pada tahun 1992 ia coba merantau ke Bandung. Bekerja sebagai buruh pabrik, malam hari Ia gunakan untuk bekerja di tempat permainan bilyard. Keinginannya hanya satu yaitu agar bisa mendapatkan uang untuk bisa kuliah. Namun gajinya hanya cukup untuk hidup sehari-hari. Setelah 2 tahun bekerja akhirnya ia memutuskan untuk berhenti dan mulai mencari pekerjaan yang lebih baik.

Suatu hari ada yang menawarinya untuk bekerja di sebuah hotel kecil di Bandung. Di sana pertama bekerja sebagai housekeeping kemudian dipercaya untuk menangani front desk. Sekaligus ikut bantu-bantu tugas dapur. Nah, di sinilah timbul ketertarikannya pada dunia kuliner. Tidak berapa lama ia memberanikan diri untuk ikut sebuah walk in interview dari salah satu kafe terkenal di Bandung. beruntung ia diterima bekerja di bagian kitchen. Sayang, tidak beberapa lama ia harus kena  PHK. Kafe harus tutup imbas dari krisis moneter waktu itu.

Budi Setiono Chef Executive Hotel Termewah di Dubai

Karena susahnya mencari pekerjaan, akhirnya ia pun balik kekampung lalu bekerja di restoran Candisari, karanganyar. Di situ ia bekerja sebagai pelayan sekaligus cleaning service. Impiannya untuk kuliah masih besar saat itu. Berbekal hasil kerja di restoran Candisari Ia mencoba merantau lagi. Kali ini ke ibu kota, Jakarta.

Ternyata Jakarta tidak seindah yang dibayangkan. Ini masa paling kelam dalam hidupnya. Terjerumus dalam kehidupan yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Tinggal di kost-kostan kumuh, satu kamr untuk ramai-ramai. Untuk mandi pun harus di sumur umum.

Tuhan memberi bantuan lewat seseorang yang mengajaknya bekerja sama membuka usaha kaki lima. Warung kecil-kecilan di pinggir jalan yang menjual indomie. Dari sini Budi akhirnya bisa kuliah sembari bekerja. Budi mengambil program D1 di sebuah sekolah pariwisata di Jakarta. Tujuannya hanya sederhana yaitu mematangkan keterampilannya agar segera bisa bekerja di tempat yang lebih layak.

Baca juga : Pengusaha Sukses Produk Kecantikan Asal Kebumen

Mimpinya untuk bisa mandiri setelah lulus D1 tertunda. Ia mengalami kecelakaan yang hampir merengut nyawanya. Ditabrak sebuah mobil ketika sedang meyebrang jalan. Tulang pahanya retak dan kedua lengannya patah. Musibah itu memaksa Budi harus dirawat selama dua minggu di rumah sakit. Dan butuh empat bulan lebih untuk bisa berjalan secara normal.

Berbekal ketrampilan yang telah dimiliki Ia kemudian bekerja di sebuah hotel di Bandung. Tekad yang besar untuk bisa lebih maju membuat Ia mengikuti walk in interview untuk penempatan di Dubai. Dari ratusan pelamar hanya Budi yang diterima untuk bagian kitchen. Ketika itu usiannya baru 26 tahun.

Dari Dubai Budi Setiono mencoba merantau, berkeliling dunia. Mulai dari Muscat-Oman lalu ke Austin, Texas. Kemudian pindah ke Calgary, Kanada. Untuk lebih mengembangkan karir Ia sempat bekerja di sebuah hotel terkenal di kep, Karibia. Lalu sebuah tawaran yang lebih menarik membuatnya kembali ke Dubai.

Budi Setiono Chef Executive Hotel Termewah di Dubai

Semua itu seiring dengan peningkatan karirnya di dapur. Dimulai dari posisi Commis Pastry Chef, Demi Chef, Chef de Partie, Sous Chef, hingga kini menjadi Execitive Pastry Chef. Bukan mudah untuk mencapai semua itu. Bukan seperti membalikan telapak tangan, butuh ketekunan dan kerja keras yang luar biasa.

Budi juga punya keinginan, Ia sebenarnya ingin membantu mengembangkan pontesi daerahnya yaitu kerajinan pandan. Dulu Budi pernah membawa sapel, dan respon culup baik. Cuman Untuk melangkah lebih jauh Budi masih ragu-ragu. Permasalahannya adalah siapa yang bisa melakukan quality control. Inilah penyakit kalahnya produk kerajianan kita dengan negara lain, ucapnya.

Budi yang dulu pernah tinggal di kost kumuh, sekarang hidup di apartemen mewah dengan sewa ratusan juta setahun. Dulu hanya anak desa yang kerjaannya cari rumput untuk pakan ternak. Dulu subuh-subuh sudah harus  ke pabrik agar tidak terlambat. Maklum uang tidak cukup untuk bayar angkot. Kini ia tidak risau, keujung dunia pun ia bisa lakukan.

Baca juga : Berpikir Dahulu Sebelum Mengeluh

Ia kini jadi orang nomor satu untuk urusan pastry di hotel kelas dunia. Bahkan kerjanya selalu diapresiasi tinggi oleh keluarga kerajaan UEA, Ia yang dulu bersusah payah agar bisa kuliah, dan hanya sampai D1. Kini ia mampu meyekolahkan banyak orang hingga jenjang yang tinggi sekalipun.

Sumber dari kopasiana.com/venusgazer/anak-desa-yang-cuma-d1-itu-chef-executive-hotel-termewah-di-dubai. Jika Anda menpunyai cerita inspiratif atau cerita yang bermanfaat lainnya Anda bisa berbagi cerita Anda di thepleng.com dengan mengirimkan cerita Anda  ke halaman kontak kami.

Gambar Gravatar
Wong ndeso yang berusaha untuk berbagi informasi yang menarik dan tentunya dapat memberi manfaat.

2 thoughts on “Budi Setiono Chef Executive Hotel Termewah di Dubai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *