Generasi Bahagia Itu Generasi Kelahiran 1970

263 views

Generasi kami yang main apa adanyaDari dinding Facebook Tofik Hidayat, berdasarkan penelitian Psikolog Generasi Bahagia Itu Generasi Kelahiran 1970-190. Kami adalah generasi terakhir yang masih bermain di halaman rumah yang luas. Kami berlari dan bersembunyi penuh canda tawa dan persahabatan. Main petak umpet, boy-boyan, gobang sodor, lompat tali, masak-masakan, putri-putri melati tampa peringatan dari bapak ibu. Kami bisa memanfaatkan gelang karet, isi sawo, kulit jeruk, battery bekas dan sogo telik menjadi permainan yang mengasikan.

Kami yang setiap melihat pesawat terbang langsung teriak minta uang “motor mabur njaluk duwite”. Kami generasi yang ngantri di wartel dari jam 5 pagi, berkirim surat dan menanti surat balasan dengan penuh rasa rindu. Tiap sore kami menunggu cerita radi brama kumbara, berkirim salam lewat radio kamilah generasi yand SD-nya merasakan papan tulis berwarna hitam. Masih pakai pensil dan rautan yang ada kaca disalah satunya. Kamilah generasi yang SMP dan SMA masih pakai papan tulis hitam dan kapur putih.

Generasi yang meja sekolahnya penuh dengan coretan kejujuran kami melalui tulisan tipe-x putih, generasi yang sering mencuri pandang teman sekolah yang kita naksir. Kirim salam buat dia lewat temannya dan meyelipkan surat cinta dilaci mejanya. Pacman emotikon kami adalah generasi yang merasakan awal mula teknologi gadget komunikasi seperti pager, komputer pentium jangkrik 486 dan betapa cangihnya pentium 1 66Mhz. Kami generasi yang bangga saat memegang disket kapsitas 1.44Mb dan paham sedikit perintah dos dengan mengetik copy, del, md, dir/wp.

Kami adalah generasi yang memakai MIRC untuk chating dan searching memakai yahoo. Generasi bahagia yang pertama menegnal Nitendo, game wot yang belum berwarna. Generasi kamilah yang merekam lagu dari siaran radio ke pita kaset tape, yang menulis lirik dengan cara play-pause-rewind dan memanfaatkan pensil untuk mengulung pita kaset yang macet. Kirim-kirim salam sama teman-teman lewat siaran radio saling sindir bla bla bla, generasi penikmat awal walkman dan mengenal apa itu laserdisc, VHS. Kamilah generasi layar tancap misbar yang merupakan cikal bakal bioskop Tenty One. Kami tumbuh diantara legendaris cinta seprti Kla Project, Dewa 19, Padi dan masih tak malu menyayikan lagu Sheila On7. Dan selalu tampa sadar ikut bersenandung ketika mendengar lagu “mungkin aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata”.

Kami generasi bersepatu warior dan rela nyeker berangkat sekolah tampa sepatu kalo sedang hujan. Cupu tapi bukan mendesu, kami adalah generasi yang bebas, bebas bersepeda motor tanpa helm. Yang punya sepeda, sepedanya disewain 200 rupiah/jam. Bebas sakit dari sakit leher karena kebanyakan melihat ponsel. Bebas manjat tembok stadion bebas mandi di sungai. Sebagai anak bangsa kami hafal pancasila, lagu Indonesia Raya, Maju Tak Gentar, Teks Proklamasi, Sumpah Pemuda dan kami hafal nama para Mentri Kabinet Pembangunan IV dan Dasadharma Pramuka dan nama-nama seluruh Provinsi Indonesia. Kini disaat kalian sedang sibuk-sibuknya belajar dengan kurikulum-Mu yang njelimet, kami asik-asikan menagtur waktu untuk selalu bisa kumpul reuni dengan generasi kami. Betapa bahagianya generasi kami.

Gambar Gravatar
Wong ndeso yang berusaha untuk berbagi informasi yang menarik dan tentunya dapat memberi manfaat.