Irma Suryati Pengusaha Keset Asal Kebumen

343 views

Irma Suryati Pengusaha KesetJika sebelumnya di blog ini ada tokoh inspiratif yang berasal dari Kebumen, yaitu Budi Setiono yang memegang peranan penting di hotel mewah di Dubai dan sebagian orang pasti sudah tau Martha Tilaar pemilik produk kecantikan yang produknya tersohor sampai keluar negri. Dan admin thepleng.com akan menambah lagi sosok inspiratif dari Kebumen, siapa dia? Ia adalah Irma Suryati pengusaha keset yang memberdayakan para difabel, Penasaran?

Sejak masih balita Irma Suryati sudah terkena peyakit polio, dan ini membuat salah satu angota tubuhnya mengalami kelumpuhan. Dan mulai saat itu Ia harus mengunakan alat bantu untuk berjalan. Irma Suryati pada saat itu termasuk anak yang memiliki otak cerdas tapi masyarakat pada saat itu belum sepenuhnya menerima keadaan yang dialami Irma Suryati. Kehidupan kecil Irma harus menelan pil pahit dengan keadaan yang menimpanya.

Dengan keterbatasan fisiknya ia tidak lalu putus asa untuk terus bersekolah, dengan tekad dan kegigihannya ia pun bisa sekolah sampai lulus SMU. Setela lulus ia mencari kerja dan kesemuanya itu tidak ada satupun yang mau menerimanya untuk bekerja.

Irma Suryati Pengusaha Keset dari Kebumen

Ia mengatakan “saya sudah melamar keberbgai perusahaan tetapi selalu di tolak. Akhirnya saya bertekad menciptakaan lapangan pekerjaan sendiri”. Dan pada tahun 1996 Irma menciptakan usaha bersama suaminya. Usaha yang di tekuninya hingga sampai saat ini, ia menciptakan berbagai alat rumah tangga dari kain, yang berbahan baku limbah kain perca untuk produknya. Dan kebetulan limbah kain tersebut banyak di sekitar rumahnya di Semarang.

Pada tahu 2002 usaha yang di gelutinya mencapai puncak kejayaan, omsetnya mencapai miliaran rupiah perbulan. Namu naas meghampirinya lokasi usahannya terlalap api pada tahun 2005. Hampir semua yang dimilikinya ludes terbakar api, termasuk semangatnya. Selanjutnya ia memutuskan untuk pulang ke Kebumen Kampung suaminya.

Namu Irma tidak berhenti di situ, di Kebumen ia kembali menekuni usahanya berkat dukungan dari bupati Rutriningsih. Bupati Rutriningsih mengumpulkan penyandang cacat yang ada di Kebumen yang berjumlah 300 orang pada saat itu. Dan terbentuklah paguyuban penyandang cacat yang di ketuai Irma.

Rutriningsih memberikan modal dan mengontrakan rumah yang berada di Sruweng, Kebumen sebagai tempat usaha. Dengan pengalaman yang dimilikinya, Irma mengajak penyandang cacat di 17 kecamatan di Kebumen. Setelah mulai berkembang Ia memutuskan untuk memulai usahnaya di Desa karangsari, Kebumen.

Berkat ketekunannya ia berhasil meyulap libah kain perca menjadi keset yang menarik daya beli. Bukan hanya konsumen lokal saja yang menyuakai keset hasil produksi Irma dan rekan-rekannya, tetapi keset tersebut juga di jual ke luar negri seperti Australia.

Ia berhasil memperdayakan masyarakat di sekitar Kebumen seperti Banyumas, Banjarnegara, dan Purwerejo. Dari sekitar 750 karyawannya, sekitar 150 orang adalah penyandang cacat, Khsusnya tunadaksa.

Dengan kerja keras yang di tekuninya Ia mendapakan prestasi Wirausaha Teladan dari kemenpora tahun 2007 dan Perempuan Berprestasi oleh Bupati kebumen Rutriningsih pada tahun 2008.

Berikut video di acara Kick Andy

Gambar Gravatar
Wong ndeso yang berusaha untuk berbagi informasi yang menarik dan tentunya dapat memberi manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *