Kisah Seorang Istri Yang Membuat Suami Tergila-Gila

197 views

kisah seorang istri

kisah Seorang istri yang membuat suaminya tergila-gila padanya. Seorang ayah bercerita pada anak perempuan.

Suatu hari seorang wanita tua diwawancarai oleh seorang presenter dalam sebuah acara tentang rahasia kebahagiannya yang tak pernah putus.

Apakah hal itu karena ia pintar memasak? Atau karena ia cantik? Atau karena ia bisa melahirkan banyak anak, ataukah karena apa?

Wanita tersebut kemudian menjawabnya :

Sesunguhnya rahasia kebahagian suami istri ada di tangan sang istri, tentunya setelah mendapat taufik dari Allah. Seorang istri mampu menjadikan rumahnya laksana surga, juga mampu menjadikannya neraka. Jangan Anda katakan karena harta! Sebab betapa banyak istri kaya raya namun ia rusak karenanya, lalu sang suami meninggalkannya.

Baca Juga : Menurut Kalian Hidup Bahagia Seperti Apa?

Jangan pula Anda katakan karena anak! Bukankah bayak istri yang mampu melahirkan banyak anak hingga sepuluhh namun sang suami tak mencintainnya, bahkan mungkin menceraikannya. Dan betapa banyak istri yang pandai memasak. Di antara mereka ada yang mampu memasak hingga seharian tapi meskipun begitu ia sering mengeluhkan tentang prilaku buruk sang suami.

Maka sang presenter pun terheran, segera ia beucap “lantas apakah rahasianya…?”

Wanita itu menjawabnya :

Saat suamiku merah dan meledak-ledak, segera aku diam dengan rasa hormat padanya. Aku tundukan kepalaku dengan penuh rasa maaf. Tapi janganlah Anda diam yang disertai pandangan mengejek, sebab seorang lelaki sangat cerdas untuk memahami itu.

“Kenapa Anda tidak keluar dari kamar saja..?” pertanyaan dari sang presenter.

Wanita itu segera menjawab :

Jangan Anda lakukan itu! sebab suamimu akan menyangka bahwa Anda lari dan tak sudi mendengarkannya. Anda harus diam dan menerima segala yang diucapkannya hingga ia tenang. Setelah ia tenang, aku kataka padanya : “Apakah sudah selesai?” Selanjutnya aku keluar. Sebab ia pasti lebih dan butuh istrahat setelah melepas ledakan amarahnya. Aku keluar dan melanjutkan kembali pekerjaan rumahku.

Wanita itu menasehati :

Anda jangan lakukan itu, sebab itu kebiyasaan buruk. Itu senjata yang bisa menjadi bumerang buat Anda. Saat Anda menghindar darinya akan membuatnya kembali marah. Bahkan mungkin ia akan jauh lebih murka dari sebelumnya.

“Lalu apa yang Anda lakukan..?” tanya sang presenter terus mengejarnya.

Wanita itu menjawab :

Selang  dua jam atau lebih, aku bawakan untuknya segelas jus buah atau secangkir kopi, dan kukatakan padanya, silahkan diminum. Aku tahu ia pasti membutuhkan hal yang demikian, maka aku berkata-kata padanya seperti tak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.

“Apakah Anda marah padanya..?”  ucap presenter dengan muka takjub.

Lalu wanita itu berkata :

Tidak! dan saat itulah suamiku mulai meminta maaf padaku dan ia berkata dengan suara yang lembut.

“Dan Anda mempercayainya..?”  ujar sang presenter.

Wanita itu menjawab :

Ya. Pasti. Sebab aku percaya dengan diriku dan aku bukan orang bodoh. Apakah Anda ingin aku mempercayainya saai ia tenang? Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami. Dan sejatinya antara suami dan istri sudah tak ada lagi yang namanya harga diri. Harga diri apa lagi…?!! Padahal di hadapan suami Anda, Anda telah lepaskan semua pakaian Anda.

Sumber : Ustad Fairus Ahmad

Gambar Gravatar
Wong ndeso yang berusaha untuk berbagi informasi yang menarik dan tentunya dapat memberi manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *