Makam Sultan Buton Pertama, Sultan Murhum

451 views

Pada masa pemerintahan Kerajaan Buton pusat pemerintahan atau ibu kota kerajaan terpusat didaerah Wolio yang letaknya tepat di puncak Kelurahan Melai Kota Baubau. Kawasan tersebut dikelilingi sebuah tembok pertahanan yang disebut Benteng Keraton Buton.

Makam Sultan Buton Pertama, Sultan Murhum

Benteng tersebut dibangun pada masa pemerintahan Sultan Buton ke-3 atau La Sangaaji pada tahun 1591-1957 dan selesai secara keseluruhan pada masa Sultan Buton ke-6, La Buke Gafurul Wadudu tahun 1632-1645. Didalam kawasan benteng keraton ini juga terdapat makam Sultan Murhum yang merupakan raja pertama yang masuk Islam.

Makam Sultan Buton Pertama, Sultan Murhum

Makam Sultan Murhum sangat dikeramatkan warga keraton. Makamnya yang yang terletak dikawasan Benteng Keraton masih terjaga hingga saat ini. Dihari biasa tidak sedikit orang yang datang berziarah dilokasi makam tersebut. Suasana berbeda akan tampak pada waktu hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha, pengunjung akan memadati kawasan makam baik sekedar datang melakukan wisata sejarah maupun masyarakat yang datang khusus untuk melakukan ziarah kubur.

Tepat dibelakang makam Sultan Murhum, terdapat batu Buton. Batu tersebut juga sangat dikeramatkan, sebagai situs yang terlindungi batu dipagar keliling agar tidak ada tangan-tangan jahil yang datang merusak aset warisan leluhur itu. Masyarakat setempat percaya mereka yang datang di Buton belum bisa dikatakan menginjakan kakinya di Buton jika belum myentuh batu tersebut.

Selain makam Sultan Murhum, dikawasan Beneteng Keraton juga terdapat beberapa situs sejarah peradaban Islam. Hanya berjarak 50 meter dari lokasi makam terdapat Masjid Agung Keraton Buton, Kasulana Tombi dan situs Batu popua.

Sulatan Murhum merupakan raja Buton pertama yang memeluk agama Islam. Keputusan Sultan Murhum memeluk agama Islam tidak terlepas dari peran Syaikh abdul Wahid yang kala itu melakukan perjalanan meyiarkan Islam termasuk di wilayah kekuasaan kerajaan Buton.

Makam Sultan Buton Pertama, Sultan Murhum

Hasilnya Islam diterima dengan baik oleh Istana. Saat menghadap Raja Murhum, memang sempat terjadi diskusi empat mata antara Syaikh Abdul Wahid dengan Raja Murhum. Setelah berdiskusi akhirnya Raja Murhum setuju untuk memeluk agama Islam. Salah satu alasan hingga Islam diterima dikawasan kerajaan selanjutnya diikuti secara serentak oleh masyarakat Buton.

Makam Sultan Buton Pertama, Sultan Murhum. Setelah Raja Buton memeluk Islam, baginda langsung ditaubatkan menjadi Sulatan Buton oleh Syeikh Abdul Wahid. Sulatan Halu Oleo dianggap sebagai Sultan Kerajaan Islam Buton pertama, bergelar Sultan atau Ulil Amri dan menggunakan gelar yang khusus yaitu Sultan Kaimuddin yang berarti kuasa pendiri agama Islam.

Sultan Murhum mengakhiri masa pemerintahannya karena wafat tahun 1584. Berdasarkan catatan yang tertulis disamping makamnya di dalam kawasana Benteng Keraton Buton, Sultan Murhum memerintah sebagai raja selama 20 tahaun dan sebagai sultan 26 tahun dan telah menjadikan kesultanan Buton sebagai pusat Syiar Islam.

Sultan Murhum juga disebut dengan nama Lakilaponto, timbatimbanga dan Latolaki. Sultan Murhum satu-satunya sultan yang pernah memerintah dua negri di jazirah Sulawesi tenggara yaitu sebagai raja Wuna terakhir dan sebagai Sultan Buton.

Makam Sultan Buton Pertama, Sultan Murhum. Dengan kelebihan yang dimiliki Sultan Murhum berhasil menghancurkan ganguan keamanan termasuk bajak laut yang dipimpin Labolontio bermata satu. Sultan Murhum juga sukses mendamaikan dua kerajaan yang bertikai yaitu Mekongga dan Konawe selama delapan hari delapan malam. Hal itu yang membuat Sultan Murhum sangat disegani oleh pemimpin kerajaan yang ada dibelahan timur Nusantara.

Sumber : Kendari post, image 4.bp.blogspot.com

Gambar Gravatar
Wong ndeso yang berusaha untuk berbagi informasi yang menarik dan tentunya dapat memberi manfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *